Rabu, 13 Juni 2012

Perjalanan Mencari Sahabat Sejati


 Cerpen Milenia Sarah Agista

Hari ini adalah Hari yang sangat indah bagiku , karena hari ini adalah hari pertama aku 
masuk ke sekolah baru yaitu SMA Darma Bangsa. Aku sangat bersemangat sehingga sampai 
lupa kalau hari ini ada MOS di Sekolah baruku. Aku pun langsung mandi dan langsung 
bergegas ke Sekolah.
            Ohh iya aku sampai lupa! Perkenalkan Namaku Asca Zulfa Nabila , panggil saja 
aku Asca.Setelah selesai mandi aku langsung berangkat ke Sekolah dan Ketika aku ingin 
berangkat  Mamah memanggilku .

“ Ascaaaaa.... Sarapan dulu nih! Supaya kamu disana tambah semangat! “ Mamah pun 
berteriak.
“ Oh iya ma! Sampai lupa sangking bersemangatnya! Hehee.. “ Kata Asca sambil kembali 
masuk ke rumah dan sarapan.

* * * *

               Sesampainya di Sekolah...
Aku pun langsung masuk ke gerbang Sekolah yang besar.

“ Waaah , besar sekali SMA ini ! pasti disini tempat orang – orang kaya semua “  kataku 
sambil berlari masuk ke dalam sekolah.

Ketika masuk ke Kelas ternyata semua murid sudah pada duduk di bangku mereka. 
Aku pun mencari bangku yang masih kosong. Dan akhirnya kutemukan bangku yang kosong. 
Aku pun langsung menduduki bangku tersebut. Ternyata aku sebangku dengan seorang cewek 
yang tomboy , cuek , dan penampilannya yang seperti cowok. Aku pun langsung menegur
dia..

“ Hai , Nama kamu siapa? “ Tanyaku dengan ramah.
“ Firly , sendiri? “ Jawabnya dengan cuek tanpa menolehku.
“ Namaku Asca , Kamu tinggal dimana? “ tanyaku dengan tersenyum.
“ Emang penting banget buat lo? Nanyain tempat tinggal gue? “ Kata Firly sambil menatapku.
               Aku pun terdiam , dan tidak menegur dia lagi.

Setelah itu Guru pun datang ke Kelas dan Kegiatan MOS akan dimulai. Kami pun 
keluar ke Lapangan dan berbaris . Kakak – kakak OSIS pun berdatangan untuk mengadakan
kegiatan MOS.
Aku berbaris disamping seorang cewek yang sangat Cantik dengan rambut ikal yang 
diurai berwarna hitam mengkilat , Sepatu pantovel yang sangat bagus dan bermerek buatan 
Luar Negeri dan Aksesoris – aksesoris yang mahal.

Aku pun sangat terkagum – kagum melihat penampilannya yang beda sama sekali sama Firly 
yang tomboy. Aku pun menyapanya..

            “ Hai , By the way Nama kamu siapa? “  Tanyaku dengan ramah dan tersenyum.
            “ Namaku adalah Chyntia Bella Akuba , cukup dipanggil Chyntia “ Jawabnya sambil       
               tersenyum hanya sesaat.

Aku pun terdiam dan berfikir..
“ Alangkah cantiknya dia walau hanya cuman tersenyum sesaat , Aku ingin menjadi 
temannya dan Mendekatinya “ kataku dalam hati.
  
Setelah itu ia menatapku dan memperhatikan aku seolah – olah seperti melihat orang 
yang kuno dan menjijikan . Aku pun bertanya dengannya..

               “ Ada apa denganku? Emang ada yang salah? “ kataku penuh dengan kebingungan.                                    “ Kamu itu bukan salah lagi , tapi ANEEH!! “ kata Chyntia dengan suaranya yang keras.
               “ Tapi apanya yang aneh? “ Aku pun bertanya dan bingung.
               “ Kamu itu semuanya ANEH ! Sepatu udah dekil dan bolong masih aja dipake! 
                 Gak ada sepatu sepat        laen tah? And Tasnya kuno banget! Gak MODEREN!! “ 
                 Jawab Chyntia dengan wajahnya yang cantik berubah jadi wajah yang sangat 
                 menyeramkan.
               “ Yaa , tapi emang ini adanya “ kataku sambil menunduk menanggung rasa malu.

Ternyata Hatinya tidak secantik wajahnya , Aku pun sangat saki hati , tetapi aku tetap 
tersenyum :) walaupun Chyntia sudah menghinaku , aku masih ingin tetap menjadi 
teman dekatnya , tetapi semua itu mustahil! Baru pertama bertemu saja sudah begitu 
denganku apalagi akan menjadi sahabat sejatiku, Kurasa itu semua tidak mungkin terjadi.

Setelah Chyntia menghinaku , Tiba- tiba Firly datang. Entah apa yang akan dia lakukan.

“ Eh , kamu itu jangan sok kecantikan deh! Ngina orang seenaknya! Kamu itu aturan sadar 
kalau hati kamu tidak secantik dengan wajah kamu!! “ Kata Firly membelaku.
            “ Siapa sih lo? Berani – beraninya ngatain gua! “ Kata Chyntia
“ Gua Firly , Emang kenapa kalo gua ngatain lo? Ada yang salah ya? “ Kata firly sambil
 menarik lenganku dan menyuruhku baris didekatnya.

Aku pun terheran – heran , padahal waktu pertama aku bertemu dengan Firly ia sangat 
cuek , tetapi sekarang ternyata Firly orangnya baik tidak seperti Chyntia yang sombong.

Karena aku bingung , aku pun bertanya kepada Firly..

“ Firly , Kenapa kamu tadi ngebelain aku? Padahal kamu tadi cuek banget sama aku? “  kata 
Asca
“  Yah , aku gak suka aja sama dia dan aku cuek sama kamu soalnya aku belum kenal dekat 
dengan kamu , tetapi sekarang aku udah kenal dengan kamu ternyata kamu orangnya baik “ 
Kata Firly sambil tersenyum ramah kepadaku.
“ Ohh , gitu , thanks ya :) “ kata Asca sambil tersenyum dan berjabat tangan dengan Firly.

* * * *

Hari Pertama Sekolah sudah selesai , aku pun langsung segera pulang ke Rumah.
Ketika sudah sampai ke Rumah , aku langsung masuk ke Kamar dan Menelentangkan 
badanku ditempat tidur karena kecapean.

Didalam kamar , Asca melamun dan berfikir..
“ Aku bingung ingin mencari sahabat yang seperti apa, tentunya aku ingin sahabat yang baik 
dan setia , tetapi Siapakah orangnya? “ kata Asca dalam hati , sambil melamun dikamarnya.

Tiba – tiba....
“ Kriing... Kring.. Kriiing.. “ HP Asca berbunyi , Asca pun segera mengangkatnya.
“ Halo , ini siapa? “ Kata Asca
“ Ini aku Firly , By the Way lagi ngapain? “ Kata Firly dengan ramah.
“ Ohh Firly , Aku lagi tiduran dikamar nih kecapean , kalau kamu? “ Kata asca.
“ Aku lagi ingin mencari sahabat yang baik yang bisa temani aku setiap saat dan 
dimanapun , Menurut kamu Sahabat seperti apa yang bisa membuat seseorang tidak 
kesepian? “ Kata Firly
“ Yah , menurutku sih Sahabat yang setia dan yang bisa menghibur dalam keadaan apapun “ 
Kata Asca.
“ Betul , tetapi kita harus memilih sahabat dari dalamnya bukan luarnya , walaupun luarnya 
bagus tetapi dalam hatinya tidak bagus , tidak akan bisa membahagiakan seseorang “  Kata
 Firly

Aku pun berfikir sejenak..
Betul yang dikatakan Firly , Bahwa Seseorang dilihat dari dalamnya bukan luarnya , 
walaupun luarnya bagus tetapi belum tentu hatinya bagus, seperti Chyntia hanya luarnya
saja yang bagus tetapi hatinya tidak..
Asca pun melamun dan sampai lupa kalau ia masih berbicara dengan Firly.

“ Asca , kamu masih disana? “ Suara Firly terdengar dari HP Asca.
“ Ohh , iya aku masih disini kok “ kata Asca langsung terbangun dari lamunannya.
“ Makasih ya atas masukannya! Aku akan mencari Sahabat yang kamu bicarakan tadi “ kata
 Firly
“ Iyaa , Good Luck ya! Sampai ketemu besok di Sekolah “ Kata Asca sambil menutup HP nya.

* * * *

Keesokan harinya di Sekolah...
Aku pun langsung masuk ke kelas dan duduk di samping Firly.

“ Kamu sudah menemukan teman yang tepat? “ Tanya Asca.
“ Sudah , tetapi aku bingung apa orang yang aku cari mau menjadi sahabatku? “ Kata Firly 
sambil tertunduk lesu.
“ Kamu jangan putus asa , pasti dia akan mau menjadi sahabat kamu kalau kamu juga baik ,
 Aku juga ingin sahabat yang bisa ngertiin dan selalu ada untukku “ kata Asca sambil 
tersenyum dan merangkul pundak Firly.

            Setelah lama mereka belajar dikelas , lonceng pun berbunyi..
“ Teng ... Teeng..  Teng.. “ Lonceng berbunyi 3 kali tanda semua murid akan pulang.

Ketika aku akan keluar dari gerbang sekolah , tiba – tiba Firly Menghampiriku..
“ Hai Asca , Kamu nanti sore ada acara gak? “ Tanya Firly.
“ Kebetulan gak ada , emang kenapa? “ Kata Asca.
“ Nanti sore jam 3 ke taman dekat sekolah ya! Mau ada yang aku omongin “ Kata Firly.
“ OK , Aku akan kesana! “ Kata Asca sambil menuju keluar Sekolah.


            Ketika aku sedang berjalan menuju rumah , tiba – tiba Chyntia menghampiriku 
dengan mobilnya yang mewah.

“ Hai orang kuno... eh salah maksudku Asca , mau gak makan bareng gue? Gue teraktir! “ 
kata Chyntia sambil tersenyum licik.
“ Mmm.. mau deh tapi pulangnya jangan sampe sore ya! “ Kata Asca.
“ Iya.. iya!! “ Kata Chyntia.
            Aku pun langsung menaiki mobilnya..

Sesampainya di Rumah makan , ternyata aku tertipu dengan dia, aku tidak di teraktir 
dengannya dan aku tidak membawa uang yang cukup, karena uangku kurang sebagai 
gantinya Aku disuruh mencuci piring sampai bersih. Sudah berapa lama , Akhirnya semua 
piring terselesaikan, aku melihat jam di tanganku ternyata sudah pukul 4 sore. aku baru 
ingat kalau aku janjian  sama Firly ditaman. Aku pun langsung bergegas ke taman , Untung 
saja tamannya tidak jauh dari sini.

            Sesampainya di taman , ternyata Firly sudah tidak ada disana dan aku melihat 
secarik kertas di bangku yang panjang. Secarik kertas itu bertuliskan ..

Hai asca , Aku sudah menunggumu sejam tetapi kamu tidak datang . tetapi 
tidak apa – apa , aku cuman mau ngomong aku sudah menemukan seorang 
sahabat yang tepat . Dan sahabat itu adalah kamu Asca. Aku ingin kamu kesini 
karena aku ingin bertanya Apa kamu mau menjadi sahabatku? Tetapi kalau 
kamu tidak mau menjadi sahabatku , Aku tetap akan menganggapmu 
sebagai sahabatku yang paling baik dan aku ingin kamu menjawabnya .
Dari Firly

            Aku pun sangat menyesal makan bersama dengan Chyntia yang jahat dan terlambat 
datang ketaman. Aku ingin sekali menjadi sahabat Firly , dia adalah satu – satunya teman
 yang bisa ngertiin aku dalam keadaan apapun. Aku pun menangis ditaman.
            Tiba – tiba , ada suara langkah kaki dari belakang dan ia menghapus air mataku , 
ketika aku menoleh ternyata dia adalah Firly . Aku sangat sangat terkejut dan aku segera 
minta maaf.

“ Firly , Aku minta maaf tadi aku terlambat datang kesini , aku sangat menyesal pergi 
dengan Chyntia dan Aku ingin kamu menjadi sahabat sejatiku “ Kata Asca sambil menangis.
“ sudah jangan menangis , Aku maafin kok. Kamu gak salah yang salah itu Chyntia dan aku 
juga mau kok menjadi sahabat sejati kamu selamanya “ Kata Firly sambil tersenyum.
“ Makasih Firly kamu mau jadi sahabatku walau aku sudah membuat kamu marah “ Kata 
Asca sambil memeluk Firly.
“ Iya , aku sangat senang karena aku sudah menemukan sahabat yang tepat yaitu kamu! “ 
Kata Firly sambil merangkul pundak Asca.

Aku pun sangat senang karena mendapatkan sahabat sejati yang setia , mau memaafkan ,
bisa ngertiin dalam keadaan apapun ,dimanapun dan tentunya baik.

“ Sekarang Kita adalah Sahabat sejati selamanyaaaa..!!! “

Asca dan Firly berteriak gembira dan tertawa bersama.

*THE END*

Selasa, 12 Juni 2012

Petualangan Dua orang Sahabat


Pengarang cerita : Milenia Sarah Agista


  • Part 1 " Sahabat Setia"
  • Part 2 " Cinta pertama Asca " 
  • Part 3 " Ujian Nasional tiba "
  • Part 4 " Kelulusan tiba "
  • Part 5 " Di tempat Perkemahan "
  • Part 6 " Markas para Perampok "
  • Part 7 " Sekolah baru Asca " ( Happy Ending ) :)  

  • Part 1  " Sahabat Setia"

Ada seorang gadis cantik ia bernama Asca Zulfa Nabila , ia berumur 14 tahun , ia bersekolah di SMP 01 Jakarta. Ia mempunyai keluarga kecil yang bahagia, walaupun hidupnya tidak mewah. Asca mempunyai satu adik yang bernama Shifa. Dia selalu akur dan tidak pernah bertengkar dengan adikknya.

Tetapi ia sering diejek - ejek dengan temannya karena ia miskin dan tidak kaya seperti teman - temannya. Yang sering mengejek - ejek Asca yaitu Agnes , Weni dan Firly . Mereka bertiga itu sangat sombong sekali. Mereka menganggap dirinya paling kaya di sekolah ini , Ya emang sih mereka itu kaya! tetapi gak sesuai gitu dengan perilakunya yang sombong! Ucap Asca dalam hati.
Biar lebih kenal aku kenalin nih mereka..
Pertama Agnes , ia bertubuh sedang , dia itu seperti bos yang sudah menguasai dunia, Dialah yang paling sombong di SMP ini. dan yang kedua Weni , ia bertubuh gendut seperti gajah purba! hihii, dia paling nurut disuruh -suruh sama Agnes. dan yang ketiga Firly ia bertubuh kurus , ia paling senang kalau disuruh Agnes untuk melakukan kejahatan.
Mereka bertiga itu penampilan selalu sama , sepatu sama , tas sama , hingga gaya rambut pun sama! ckckck..

Asca cuman mempunyai satu teman yang setia yaitu Nabila, walaupun Nabila agak tomboy tetapi ia setia dan tidak sombong. Asca selalu ranking pertama dikelasnya dan nilai - nilai ulangannya selalu besar tidak ada yang kecil. Dia mendapat beasiswa disekolahnya maka dari itu ia tidak perlu membayar uang sekolah lagi. Dia selalu bersama Nabila mereka tidak pernah bermusuhan . Nabila sering membela Asca ketika Asca di ejek - ejek oleh Agnes , Weni , dan Firly.

Pada suatu ketika Asca dan Nabila sedang latihan basket di lapangan sekolah . Ketika Asca sedang mengoper bola , Tiba - tiba ada sebuah bola basket yang mengenai kepalanya dan Asca pun pingsan. Ternyata yang melempar bola basket adalah Anak pindahan dari Singapura . Ia pindah ke Indonesia karena orang tuanya bekerja di Indonesia. Ia bernama Adli , Adli pun langsung membawa Asca ke ruang UKS dengan menggendongnya , tidak berapa lama Asca pun sadar dari pingsannya. Ia pun berkata " Aku Dimana? " kata Asca.
Lelaki berkulit putih , mata yang tajam dan hidung yang mancung pun mendatangi Asca.
Asca pun terkejut melihat cowok yang sangat tampan yang bernama Adli.
Adli pun menghampirinya dan berkata " Hai , Namaku Adli , aku anak baru di SMP ini " ucapnya sambil menjabat tangan berkenalan dengan Asca. Asca berkata sambil memegang kepalanya yang sakit " emm , Aku Asca , aku kok bisa ada disini? " kata Asca. 
" iya kamu tadi kena bola basket, Maafin aku yah? , tadi aku yang ngelempar bola basket itu sampai kamu pingsan " Ucap Adli. " Ooh , gapapa kok! lagian juga gak terlalu sakit " Kata Asca. " Tapi kamu harus istirahat dulu disini , jangan bangun nanti tambah sakit " Kata Adli. " Udah sembuh kok " Kata Asca sambil segera bangun dan memaksakan dirinya untuk berjalan.  Karena Asca belum kuat berjalan , Adli pun menuntunnya ke kelas.
Semua murid pun menatap Adli dan Asca yang akan menuju ke kelas, termasuk Agnes , Weni dan Firly. " Wooy! , liat geeh.. siapa tuh yang menuntun Asca ke kelas? Handsome bangeeet!! " Ucap Firly. " Waaaw , Handsome bangett! SUMPAH!! " ucap Agnes dan Weni.
" Woy,woy! bentar dulu geh , kok Asca bisa sama cowok Handsome itu? " Kata Agnes.
" iih, Envy guaa! " ucap Firly. " eh , Firly! cowok itu cuman untuk gua bukan untuk kamu orang! YOU UNDERSTAND? " Ucap Agnes dengan wajahnya yang jutek.
" Iya boss , NGERTII!! " kata Weni dan Firly dengan serempak.
" Ohh iya boss , tadi gua denger - denger nih , katanya Asca kena bola basket kepalanya! mungkin cowok Handsome itu yang ngelempar! " kata Weni. " Pokoknya kita harus menyelidiki cowok Handsome itu , kita harus berkenalan dengan dia " Ucap Agnes.
" Yoii, Boss! pokoknya SIPP deh " Kata Weni dan Firly.


Bel pun berbunyi tandanya semua murid harus pulang ke rumahnya masing - masing. Asca pun segera pulang dengan berjalan kaki dengan temannya Nabila. AWF ( Agnes , Weni , Firly ) pun mencari cowok Handsome itu. " Wooy itu cowok Handsome nya! ayook cepet nanti keburu pergi! " Ucap Agnes sambil berlari. Ketika cowok handsome itu ingin menaiki motor ninja merah , mereka bertiga pun menghampirinya. 
" Hai , kamu anak baru di SMP ini ya? " Ucap Agnes. " Iya , lo siapa ya? " kata Adli. 
" Gua Agnes , gua anak paling kaya dan exsis di SMP ini , by the way, kamu siapa ya? " Ucap Agnes dengan tampangnya yang sombong. " Gua Adli , udah ya gua mau pulang dulu! " kata Adli. " Eeh.. bentar dulu!! Yaaah malah dia sudah pergi , padahal gua pengen tahu banyak hal tentang dia " Ucap Agnes dengan lesu. " Yaudah besok pagi kita temuin aja dia lagi " kata Firly. " OK! , let's go! kita pulang " Ucap Agnes.
Ketika Asca dan Nabila sedang berjalan, tiba - tiba ada sebuah motor ninja besar berwarna merah menghampirinya. Mereka pun berhenti, pengendara motor ninja merah itu membuka helemnya ternyata dia adalah Adli, Asca pun terkejut.
" hai Asca, mau gak pulang bareng aku? kita jugakan arahnya sama, jadi bareng aja sama aku " Ucap Adli sambil tersenyum. " tapi bagaimana dengan Nabila? Masa dia aku tinggal, diakan sahabatku " kata Asca. " Udah gapapa ,lagian gua kan bisa pulang sendiri! udah lo bareng dia aja :D " kata Nabila dengan tersenyum. " emm.. Yasudah deeh, hati - hati ya dijalan! " kata Asca. " Pegangan yang kuat ya!, nanti jatuh " kata Adli. " iya " jawab Asca dengan singkat. Setelah beberapa lama..
" STOP! disini aja turunnya " Ucap Asca menyuruh Adli untuk berhenti.
" kok gak sampai rumah? " kata Adli. " Aku bisa pulang sendiri kok! , makasih ya tumpangannya :) " Ucap Asca dengan tersenyum. " oh , yasudah kapan - kapan bareng aku lagi ya! " kata Adli. " i..iyaa " Ucap Asca dengan terbata - bata.


Keesokan harinya disekolah...
" Cieee... yang kemaren pulang bareng Adli! " Ucap Nabila dengan suaranya yang keras.
" eeh , jangan keras - keras dong nanti kedengaran yang lain , dikira aku kegenitan " Ucap Asca bisik - bisik. Ketika AWF lewat , mereka bertiga mendengar suara Nabila tadi dan langsung menghampiri Asca. " Ooh.. jadi lo kemaren pulang bareng Adli ya? " Ucap Agnes.
" Iya , emang kenapa? lo iri ya sama Asca? hahaaha " Ucap Nabila sambil tertawa.
" iih , siapa yang envy? Gua cuman peringatin sama lorang berdua yang kamseupay jangan deket - deket sama Adli , karena Adli cuman milik gue! " Ucapnya Agnes dengan marah.
" Ya taah? emang kita peduli? GAK sama sekali! " Ucap Nabila. " ya terserah lorang berdua sih , kalo lorang berdua masih deket - deket sama Adli , yaah kalian akan tahu akibatnya! tapi kalo lorang gak deket - deket lagi , gua gak akan ngapa - ngapain lorang berdua " Ucap Agnes dengan sombong. " terus kita harus bilang ya gitu? gua gak takut sama ancaman lo! " balasnya Nabila. " Udah - udah nab, gak usah berantem sama dia gak ada manfaatnya! ngabisin energi aja, lagian inikan masalahku biar aku aja yang nyelesain " Kata Asca. 
" tu lo denger! jadi gak usah deh ikut campur urusan gue sama kamseupay ini, mending lo peringatin aja sama sahabat lo yang kamseupay itu jangan deket - deket sama Adli! " Kata Agnes. Agnes , Weni dan Firly pun pergi. " Asca , dia orang itu udah keterlaluan sama elo! Masa gua diam aja sahabat gue digituin sama Agnes, Bagi gua masalah lo masalah gua juga jadi elo gak usah khawatir! " Kata Nabila.
" Iya terimakasih ya Nab! , kamu udah ngebelain aku, kamu itu My best friend forever! " Kata Asca. " Iya , gua juga terimakasih sama lo ,karena lo udah mau jadi sahabat gue yang terbaik dalam hidup gue " Kata Nabila sambil memeluk Asca.


" Kita adalah Sahabat selamanya !! "
Kata Asca dan Nabila sambil berteriak dengan gembira.